BelajarApapun.Com
Sudah cari tahu tentang AKM? AKM akan gantikan UN sebagai uji kelulusan siswa di sekolah menggantikan UN, lho! Foto: Instagram//ditjen.gtk.kemendikbud.
Sudah cari tahu tentang AKM? AKM akan gantikan UN sebagai uji kelulusan siswa di sekolah menggantikan UN, lho! Foto: Instagram//ditjen.gtk.kemendikbud.

9 Perbedaan UN dan AKM, Wajib Tahu Agar Tidak Keliru!

BelajarApapun.com, Malang – Sebagian besar siswa dan orang tua mungkin masih bingung mengenai perbedaan dasar antara UN dengan AKM. Sehingga kementerian pendidikan dan kebudayaan membuat postingan di instagram mengenai apa saja perbedaan antara keduanya. Dilansir dari Instagram Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan ( Ditjen GTK) Kemendikbud, pada hari Kamis (24/12/2020), Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasar hasil belajar murud yang mendasar (literasi, numerasi dan karakter) serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Berbicara mengenai apa sih yang dimaksud dengan kemampuan literasi membaca dan numerasi. Jadi, literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai masyarakat yang dapat berkontribusi secara produktif. Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.“literasi disini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep dibalik tulisan tersebut sedangkan numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka” jelas Nadiem Makarim, Mendikbud RI.

Baca juga : Resmi! Asesmen Nasional Mengganti Ujian Nasional 2021

Perlu dketahui, Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen Nasional tidak menggantikan peran Ujian Nasional (UN) dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Namun Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem, Asesmen Nasional akan menghasilkan potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah.

Nah, apa saja perbedaannya ? inilah 9 perbedaan dari UN dan AKM

  1. Jenjang penilaian

UN digunakan sebagai penilaian siswa SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Sedangkan, AKM ditujukan sebagai penilaian untuk siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMK.

2. Level murid

Pada Ujian Nasional, tidak berbeda dengan sistem lama, Ujian Nasional akan digunakan untuk menguji kompetensi siswa tingkat akhir. Jika sebelumnya siswa hanya menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), siswa kelas V SD, VIII SMP dan XI SMK akan mengikuti AKM sebagai salah satu komponen penilaian.

3. Subjek murid

UN masih digunakan sebagai alat sensus seluruh siswa tingkat nasional. Berbeda dengan AKM yang diperuntukan sebagai sensus sekolah dengan sampel murid tertentu.

4. Tingkat jenis tes

Jenis tes UN masih sama seperti sebelumnya, yaitu jenis highstake yang memiliki dampak besar dan memainkan variabel penting dalam individu pelajar maupun pengecekan tujuan akuntabilitas program pendidikan nasional yang telah disusun pemerintah. Sedangkan AKM yang berjenis lowstake dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan pengajaran hingga identifikasi masalah belajar dan mengajar, sebelum menghadapi highstake test seperti Ujian Nasional.

5. Model soal

UN berbentuk pilihan ganda dan isian singkat (matematika SMA/SMK). Sedangkan AKM memiliki model soal yang lebih banyak yaitu; PG, PGK, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.

6. Periode tes per murid

Periode pelaksanaan Ujian Nasional selama 4 hari, AKM berdurasi lebih singkat dibanding UN, yaitu selama 2 hari.

7. Moda pelaksanaan

Setelah menghadapi perkembangan teknologi, pada tahun 2016, pemerintah mulai menjajal sistem ujian berbasis komputer. Seperti halnya juga UN pada periode ini dengan sistem semi online. Pada AKM ada tiga pelaksanaan, yaitu: full online supervised (utama), semi online dan offline (sekolah tertentu).

8. Metode penilaian

Seperti penjelasan diatas, metode pelaksanaan sangat dipengaruhi moda pelaksanaan, terutama di masa pandemi seperti sekaran. UN akan dinilai secara computer based test (CBT), di sisi lain AKM menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT).

9. Spesifikasi minimal infra sekolah

Spesifikasi sekolah penyelenggara Ujian Nasional harus memiliki server sekolah, computer client dan BW (jelas). Pada pengujian AKM, spesifikasi minimal yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut, computer client memory 2 GB, resolusi 1024 x 720, windows 7 ke atas, chromeOS, bandwith 12 Mbps untuk 15 client.

Tabel perbedaan AKM dan UN. Foto: Instagram//ditjen.gtk.kemendikbud.

Baca juga : Detail Informasi Asesmen Nasional

Penulis: Diya Khoirun Nisa | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter