BelajarApapun.Com
belajar daring
Foto : unpslach/Christin Hume

Belajar Daring, Waspadai Gejala Computer Vision Syndrome (CVS)

BelajarApapun.com, Bandung – Selama masa pandemi ini, kita dituntut untuk melakukan berbagai aktivitas secara daring. Mulai dari orang dewasa yang sudah bekerja, hingga pelajar sekolah dan mahasiswa. Akibatnya, mau tak mau kita harus terpapar dengan gadget setiap hari selama berjam-jam. Situasi seperti ini meningkatkan kerentanan untuk mengalami gejala Computer Vision Syndrome (CVS).

Computer Vision Syndrome, atau yang sering juga disebut visual fatigue dan digital eye strain adalah salah satu bentuk gangguan pada mata akibat terlalu sering menatap layar gadget seperti komputer dan ponsel. Menurut sebuah riset, 50 hingga 90 persen orang yang memiliki aktivitas utama melibatkan komputer akan mengalami gejala CVS.

Hal ini disebabkan karena aktivitas mata yang terfokus pada paparan sinar biru dari layar yang lebih sulit diterima mata daripada ketika membaca tulisan di media cetak. Selain itu, ketika menatap layar, intensitas untuk berkedip juga cenderung berkurang dan membuat mata menjadi kering.

Faktor lain penyebab CVS adalah sistem pencahayaan ruangan yang terlalu redup dan kontras dengan layar gadget yang terlalu terang, sehingga mata kita dipaksa untuk bekerja ekstra dan mudah lelah. Jarak tubuh dengan layar yang terlalu dekat serta posisi duduk yang tidak sesuai juga menjadi faktor lain.

Kita dapat dikatakan telah mengalami CVS jika mengalami gejala-gejala seperti mata lelah, pusing, sakit kepala, pandangan mata tidak jelas atau ganda, mata kering, mata iritasi, nyeri pada leher, pundak, atau punggung. Gejala ini umumnya tidak dialami secara berbarengan semuanya, melainkan hanya beberapa saja.

Baca juga : Pertamina Foundation Bantu 50 Laptop untuk Anak Belajar Online

Perlu diketahui juga bahwa kemunculan gejala bergantung pada kondisi mata orang yang bersangkutan, usia, serta aktivitas mereka dalam menggunakan gadget.

Walaupun gejala-gejala tersebut tidak terlalu berbahaya dan dapat segera pulih, namun tetap perlu diperhatikan dan segera diatasi agar tidak menganggu aktivitas sehari-hari seperti belajar daring.

Cara mengatasinya pun bermacam-macam, seperti mengatur pencahayaan, mengatur posisi duduk agar tegap dan jarak pandang ideal sekitar 50-75 cm, menyempatkan waktu untuk melakukan relaksasi otot, berkedip lebih sering untuk melembapkan mata, membatasi waktu penggunaan gadget agar sesuai kebutuhan, menggunakan obat tetes mata bila perlu, hingga menggunakan kacamata komputer untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata.

Selain yang telah disebutkan, terdapat pula suatu teknik mudah dalam mengatasi gejala CVS, yaitu teknik 20-20-20. Jadi, mata yang terpapar gadget harus diistirahatkan setiap 20 menit selama 20 detik dengan menatap objek yang berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter. Dua puluh detik tersebut dianggap waktu yang cukup untuk relaksasi otot mata.

Dan yang terakhir, tentunya adalah dengan menjaga kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan yang mengandung Vitamin A.

Baca Juga: Ini Syarat Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah pada Januari 2021

Penulis : Nur Hidayah | Editor : Muhammad Wahiddin

Add comment

Newsletter