BelajarApapun.Com
Hikmat Guru Difabel
Foto : Kemendikbud RI

Guru Disabilitas Menjadi Role Model Pembelajaran bagi Anak Difabel

BelajarApapun.com, Jakarta – Guru inspiratif sering kali kisahnya diangkat dalam peringatan HGN sebagai apresiasi atas pencapaiannya selama berjuang dalam mengemban tugas sebagai guru.

Hikmat seorang guru difabel di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang, Jawa Tengah memiliki kisah inspiratif sebagai guru anak-anak penyandang disabilitas. Dia merupakan seorang penyandang tunadaksa.

Hikmat mengaku jika pertama kali tertarik terjun ke dunia pendidikan ketika ia mengajarkan musik kepada anak-anak penyandang difabel. Ketika ia mengajar anak-anak difabel, ia memahami arti nilai ketulusan dan kepedulian. Anak-anak didiknya pun dengan sukarela membantu Hikmat seperti menghapus papan tulis, merapikan alat belajar, hingga membantu mendorongkan skateboard yang digunakan Hikmat untuk mempermudah mobilitasnya.

Bagi Hikmat, keterbatasan yang dimilikinya justru menjadikan teladan bagi anak-anak didiknya untuk tetap bersemangat dalam mengejar walaupun memiliki keterbatasan. “Menjadi sebuah kebanggaan dan nilai plus, bisa menjadi role model dalam pembelajaran. Disaat itu saya bangkit memeanfaatkan keadaan saya. Saya tidak boleh mengeluh karena jika saya mengeluh, mereka akan putus asa,” ujarnya.

Muhamad Hikmat (26), difabel guru di SLB Negeri Batang, Jumat (29/11/2019). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Jika dilakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, maka kelas Hikmat didesain menyesuaikan dengan kondisi keterbatasannya. Anak didiknya belajar secara lesehan, papan tulis serta alat pendukung belajar disiapkan berukuran rendah. Allah memberikan saya ke sini untuk memberikan kesempatan menjadi role model bagi mereka. Oleh karena itu, saya manfaatkan kesempatan yang ada untuk jadi manfaat buat orang lain,” ungkap Hikmat.

Baca juga : Kisah Guru Disabilitas yang Mengajar Anak Anak Difabel

Dia mengharapkan jika pemerintah lebih perhatian lagi untuk anak-anak difabel. Menurutnya, klasifikasi kurikulum seharusnya lebih disesuaikan dan disempurnakan lagi dengan kondisi anak didik, seperti tunadaksa, tunarungu, tunagrahita dan lain-lain. “Dilapangan anak-anak kita variatif. Satu anak, satu program. Selain itu, perlu juga bagi peserta didik normal diberikan pemahaman dalam kurikulum tentang bagaimana cara memperlakukan anak-anak disabilitas dengan baik,” jelasnya.

Hikmat menjadi salah satu guru inspiratif yang berkesempatan untuk menyampaikan keinginannya mengenai nasib anak-anak didik penyandang difabel dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril ketika acara peringatan HGN di TVRI pada Rabu (25/11/2020).

Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan rasa bangganya atas kisah inspiratifnya Hikmat. “Guru-guru di Indonesia bisa belajar banyak dari para guru SLB karena mereka lebih menguasai prinsip pedagogi dengan baik,” ucap Mendikbud.

Baca juga : Pertemuan Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PNPDBK)

Dalam mengakhiri dialog, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril berpesan agar para yang mengajar di daerah 3 T dapat terus bersemangat dan saling memotivasi. “Tidak boleh menyerah, berani bermimpi, untuk anak-anak kita dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Penulis : Feramita Eka | Editor : Muhammad Wahiddin

Add comment

Newsletter