BelajarApapun.Com
Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 - 2035, sudahkah kamu cermati? Foto: Dunia Dosen.
Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 - 2035, sudahkah kamu cermati? Foto: Dunia Dosen.

Monolog: Wajah Baru Pendidikan Indonesia Melalui Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 – 2035

BelajarApapun.com, Jakarta – Pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan kebijakan sistem pendidikan nasional. Amandemen yang dilakukan Kemendikbud selalu mengupayakan kemaslahatan sistem pendidikan Indonesia hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini kembali merujuk pada program baru yang sedang dicanangkan Kemendikbud, yaitu Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 – 2035.

Pembahasan kali ini akan sangat menarik, mengingat topik pembahaasan berkaitan dengan pendidikan di Indonesia untuk beberapa tahun ke depan. Dilansir melalui media Liputan6.com, Direktur Dikmen Diksus Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus) Kemendikbud, Yaswardi menuturkan bahwa akan ada tiga aspek utama yang akan ditingkatkan sebagai aspek utama pendidikan di Indonesia.

Yaswardi menuturkan, “Peta jalan harus coba memperkuat tiga unsur besar ini, kurikulum sebagai planning, pembelajaran sebagai do, dan yang ketiga asesmen.” Hal ini dituturkan Yaswardi pada acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 yang dihelat oleh Gerakan Jurnalisme Peduli Pendidikan, Kamis (28/01/2021).

Sebagai pemantik, di sini penulis akan membuat satu pertanyaan, “Bagaimana Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 – 2035 mampu memberikan wajah baru pendidikan di Indonesia?

Konsep yang diterapkan dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 – 2035 berlandaskan pada tiga aspek utama yang diharapkan dapat direalisasikan dalam alur peta konsep pendidikan di Indonesia ke depannya. Tiga aspek utama ini memiliki misi masing-masing dalam proses penerapannya. Yaswardi memaparkan untuk aspek kurikulum diterapkan untuk menyesuaikan diri dengan tahapan kebutuhan para murid. Yaswardi juga kembali memaparkan bahwa kurikulum juga disebut sebagai life document yang berarti dokumen hidup yang fleksibel.

Planning, Do, dan Assesment merupakan jurus jitu kemendikbud dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional. Foto: Kompasiana.

Baca Juga: Kominfo Membuka Program Beasiswa S2 Tahun 2021

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta pedoman yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Melalui makna kurikulum tersebut dapat disimpulkan apabila kurikulum yang diterapkan dalam peta ini menyatakan kurikulum life document dan diterapkan sesuai dengan tahapan kebutuhan murid memberikan pandangan bahwa akan ada patokan kurikulum yang tidak paten sebagai dokumen pertanggungjawaban Kemendikbud kepada pemerintah pusat. Akan tetapi, pendapat ini masih tidak bisa dikuatkan sebab naskah peta ini masih belum dipublikasihan secara meluas. Adapun transparansi isi dokumen ini juga belum diterangkan secara mendetil mengenai sistematikan penerapan dan pencatatan kurikulum pada peta jalan pendidikan nasional ini.

Kemudian dalam kontek aspek pembelajaran, Yaswardi menegaskan bahwa dalam peta jalan pendidikan nasional ini akan disesuaikan dengan kebutuhan para murid. Sehingga proses pembelajaran ke depannya akan disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan para murid. Yaswardi juga mengatakan proses pembelajaran ke depannya akan menerapkan basis teknologi informasi dan tidak monoton serta mendukung sistem pembelajaran yang mengedepankan kreativitas.

Dalam hal ini penulis kembali menggiring pada sistem pendidikan pada Kurikulum 2013 yang di mana juga tertulis mengedepankan perkembangan teknologi dan pembelajaran yang tidak monoton dengan mengutamakan pembelajaran yang berpusat pada kreativitas. Sehingga jika hanya memahami perkataan Yawardi pada pers tersebut jelas tidak ada perbedaan konsep pembelajaran yang ada pada kurikulum 2013 dengan konsep pada peta jalan pendidikan nasional. Dalam hal ini para pelaksana pendidikan masih menunggu bagaimana detil konsep peta jalan pendidikan nasional 2020 – 2035 tesebut.

Aspek yang ketiga, yaitu asesmen di mana aspek ini sudah lama dipopulerkan oleh Kemendikbud Nadiem Makarim sebagai pengganti dari Ujian Nasional yang diterapkan pendidikan di Indonesia selama turun-temurun. Asesmen Nasional yang ternyata masih diundur menjadi bulan September 2021 merupakan satu hal yang sama dengan apa yang ada di peta jalan pendidikan nasional 2020 – 2035.

Sudah siapkah generasi mendatang jalani peta jalan pendidikan 2021? Foto: Kumparan.

Baca Juga: Inilah 5 Aspek Perubahan Kurikulum SMK

Asesmen di sini guna untuk mengetahui tingkat kebutuhan para murid sehingga nantinya Asesmen ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi dunia pendidikan. Untuk asesmen ini, penulis cukup paham dan menyetujui konsep yang sudah ditata matang oleh Menteri Nadiem Makarim. Hal ini mendukung di mana selama ini penerapan Ujian Nasional hanya digunakan sebagai tolok ukur pencapaian nilai, bukan sebagai tolok ukur tingkat kemampuan murid dalam hal pemahaman dan kesadaran dalam belajar.

Tiga aspek yang diangkat oleh Kemendikbud kiranya perlu dinantikan bagaimana konsep serta penerapan detilnya. Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 – 2035 bisa dikatakan sebagai transformasi sistem pendidikan di Indonesia. Diharapkan hal ini dapat menjadi wajah baru dari sistem pendidikan Indonesia sehingga mampu mengangkat Indonesia sebagai salah satu negara dengan penerapan pendidikan terbaik di dunia. Secara general Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020 – 2035 yang menitikberatkan pada tiga aspek itu sudah cukup kuat apabila direalisasikan dalam pendidikan di Indonesia. Reformasi pendidikan yang dilakukan Kemendikbud berupaya untuk mengubah budaya-budaya pendidikan di Indonesia yang masih mengedepankan nilai sebagai tolok ukur keberhasilan murid.

Baca Juga: Kemendikbud Perpanjang Kuota Internet Gratis Sampai Mei 2021

Penulis: Riski Murdianto | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter