BelajarApapun.Com
Anak SMK identik dengan angkatan siap kerja. Foto: idntimes.
Anak SMK identik dengan angkatan siap kerja. Foto: idntimes.

Inilah 5 Aspek Perubahan Kurikulum SMK

BelajarApapun.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan penyesuaian kurikulum bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertujuan untuk mewujudkan keterserapan lulusan siap kerja dengan sistem “link and match“. Dilansir dari laman resmi Ditjen Vokasi, Wikan Sakarinto selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi menjelaskan bahwa ada lima aspek pada perubahan kurikulum SMK ini dibanding kurikulum sebelumnya.

Pertama, mata pelajaran yang sebelumnya bersifat akademik dan teoretis akan dikontekstualisasikan menjadi vokasional, contohnya seperti Matematika dan Bahasa Indonesia yang akan menjadi Matematika Terapan dan Bahasa Indonesia Terapan. Hal ini secara otomatis menuntut tenaga pengajar untuk dapat melakukan penyesuaian pula.

Kedua, adanya kegiatan magang atau praktik kerja industri (prakerin) yang dilaksanakan selama minimal satu semester.

Ketiga, akan ada kegiatan kokurikuler berupa mata pelajaran project based learning dan ide kreatif kewirausahaan selama tiga semester. Mata pelajaran ini diharapkan dapat mendorong daya kreativitas para siswa.

Konsep Pengembangan SDM yang diharapkan dengan adanya perubahan kurikulum. Foto: vokasi.kemdikbud.go.id

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Plastik Berbahan Kentang Low Quality

Keempat, pihak SMK akan menyediakan mata pelajaran pilihan selama tiga semester. Pelaksanaannya dapat dikatakan seperti pada perkuliahan dimana pelajar dapat memilih sendiri mata pelajaran yang ingin diambilnya di luar mata pelajaran wajib. Mata pelajaran pilihan juga boleh diambil lintas jurusan, misalnya siswa jurusan Teknik Mesin dapat mengambil mata pelajaran jurusan Marketing.

Kelima, terdapat mata pelajaran kokurikuler yang wajib dilaksanakan tiap semesternya sesuai ketentuan sekolah masing-masing, misalnya seperti program pengabdian masyarakat.

Perubahan kurikulum SMK ini sejalan dengan arahan Mendikbud dimana kurikulum vokasional diharapkan dapat berfokus pada industri. Peran industri bahkan diharapkan dapat menjadi salah satu pembuat konten sesuai kebutuhan dunia kerja nanti. Tahun ini, Ditjen Vokasi telah menargetkan sebanyak 400 program studi vokasi untuk dapat bekerja sama dengan pelaku industri, angka yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya yang baru mencapai 133 sekolah, baik jenjang SMK maupun Perguruan Tinggi Vokasi.

Tahun ini, Ditjen Pendidikan Vokasi juga akan meluncurkan program SMK Pusat Keunggulan (PK) yang merupakan pengembangan dari program SMK CoE yang dicanangkan pada 2020. Wikan Sakarinto mengaku, sejauh ini pihak pendidikan vokasi maupun dunia usaha dan industri (DUDI) menunjukkan respon yang baik dengan terus meningkatkan angka partisipasi dan antusiasmenya.

Kunjungi Juga: Laman Resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi)

Penulis: Nur Hidayah | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter