BelajarApapun.Com
Istilah-Istilah Dasar Seputar Saham Bagi Pemula. Foto: linovhr.com

Istilah-Istilah Dasar Seputar Saham Bagi Pemula

BelajarApapun.com, Jakarta – Untuk seorang pemula di dunia pasar modal, ada baiknya jika memahami beberapa istilah paling dasar. Disamping kamu mempersiapkan dana investasi. Berikut beberapa istilah paling dasar di dunia pasar modal, yang perlu kamu ketahui antara lain:

1. Blue chip, Middle Cap, dan Small Cap

Saham blue chip merupakan saham lapis satu yang berfungsi menggerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dengan kapitalis pasar mencapai diatas Rp 10 triliun.

Baca juga: Beda Pola Asuh Beda Hasil yang Didapatkan

Saham blue chip umumnya memiliki harga tinggi, volatilitas cenderung rendah dan memiliki fundamental perusahaan yang kuat.

Saham middle cap atau mid-cap yang merupakan saham lapis kedua dengan kapitalisasi pasar antara Rp 500 miliar sampai dengan Rp 10 triliun. Saham middle cap cenderung stabil dan dikategorikan sebagai saham perusahaan yang masih berkembang.

Saham small cap atau saham lapis tiga yang merupakan saham dengan kapitalis pasar dibawah Rp 500 miliar.

Saham small cap memilkki volatilitas yang tinggi dan cenderung menjadi incaran spekulan untuk dipermainkan harganya, atau disebut juga saham gorengan.

2. Emiten dan Efek

Efek merupakan surat berharga seperti surat pengakuan utang, saham atau obligasi yang bisa diperdagangkan.

Sementara emiten merupakan pihak atau perusahaan yang menawarkan efek kepada investor melalui penawaran umum.

3. Buyback

Buyback adalah kegiatan membeli kembali saham-saham yang beredar di publik oleh emiten atau perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.

Baca juga: Investor Pemula Pahami 7 Istilah Saham Paling Dasar Sebelum Mulai Trading

4. Bullish dan Bearish

Bullish merupakan kecenderungan harga saham untuk bergerak naik dalam periode tertentu.

Sementra Bearish merupakan lawan kata bullish atau kecenderungan harga saham mengalami penurunan.

5. Profit taking, Cut loss dan dan Stop loss

Taking profit merupakan aksi ambil untung para investor dengan cara menjual seluruh atau sebagian saham disaat harganya lebih tinggi daripada harga belinya.

Cut loss merupakan upaya yang dilakukan investor untuk membatasi kerugian dengan cara menjual saham karena harga saham bergerak berlawanan.

Sementara stop loss merupakan teknik memasang order yang dibaca otomatis oleh sistem saat posisi harga sahamnya menyentuh level tertentu.

6. IPO, Listing, dan Delisting

IPO adalah initial public offering atau yang dikenal dengan penawaran perdana saham di mana perusahaan pertama kalinya mencatatkan perusahaannya di bursa efek.

Listing adalah pencatatan perusahaan di papan pencatatan bursa.

Delisting merupakan penghapusan pencatatan di papan bursa.

7. Auto reject, Suspend dan Halting

Auto reject adalah penolakan secara umum oleh JATS (Jakarta Automated Trading System) terhadap penawaran jual atau permintaan beli efek karena melampaui batasan harga oleh bursa.

Suspend yakni penghentian seluruh perdagangan saham yang ditarik oleh JATS dalam kurun waktu tertentu.

Baca juga: BelajarApapun X Fingram Mengenal Literasi Keuangan Bagi Generasi Z

Sedangkan halting yaitu penghentian perdagangan sementara karena kenaikan atau penurunan harga yang signifikan tanpa informasi yang relevan.

Penulis: Rani Widnadianti | Editor: Feramita Eka Hirniah

Add comment

Newsletter