BelajarApapun.Com
Mahasiswa KKN UIN Walisongo bantu anak-anak sekolah dari rumah. Foto: wartacakrawala.

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Bantu Siswa Belajar dari Rumah

BelajarApapun.com, Semarang – Pada bulan Maret 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa disebut dengan sekolah online dari rumah. Hal ini disebabkan oleh pandemik COVID-19 yang sangat cepat menyebar di Indonesia. Pembelajaran jarak jauh ini mengharuskan para murid, guru dan wali murid untuk beradaptasi dengan cepat terkait sekolah online ini.

Oleh karena itu, Fadhilah Soraya Dewi salah satu mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang sedang melaksanakan KKN Reguler Dari Rumah ke-75 ini bermaksud untuk melakukan pendampingan belajar kepada murid-murid kelas 1 SDN Blado 3 ini. Fadhilah Soraya Dewi mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu KKN Reguler Dari Rumah yang bertujuan untuk membantu wali murid dan guru dalam membimbing belajar murid-murid kelas satu Sekolah Dasar.

Sekolah daring banyak memiliki kendala, terutama masalah fasilitas yang tidak memadai. Mahasisw UIN Walisongo turun ke desa-desa demi bantu proses belajar mengajar anak-anak. Foto: ayosemarang.

Kegiatan KKN ini setiap tahunnya diadakan secara offline atau biasanya diadakan dengan grup mahasiswa datang langsung ke desa – desa untuk membantu para warga sekitar desa untuk lebih mandiri. Berbeda dengan tahun sebelumnya, KKN diadakan secara online dikarenakan pandemi. Oleh karena itu, grup KKN reguler mensiasati KKN online ini untuk membantu para siswa sekolah dasar dalam melakukan pembelajaran jarak jauh atau sekolah online.

Ima salah satu wali murid kelas 1 SDN Blado 3 mengungkapkan merasa khawatir pada kemampuan anaknya dalam menghadapi sekolah online ini “Seharusnya kan kelas satu itu awal mula dia belajar mengenali huruf, belajar membaca dan berhitung, saya sendiri kalau mengajari juga kurang sabar mbak, lebih baik saya ngasih uang saku tiap hari tapi tetap belajar di sekolah daripada sekolah online begini,” ujarnya.

Pandemi menjadi tantangan bagi murid dan orang tua untuk bekerja sama belajar dari rumah. Foto: tribunjateng.

Begitu pula Tri, guru kelas 1 SDN Blado 3. Sebagai guru ia merasa kasihan pada murid dan wali murid kelas satu ini karena harus sama-sama belajar dan bersabar dalam menjalankan belajar online ini. Untuk itu kami (sekolah) usahakan untuk tetap melakukan sekolah tatap muka meskipun tidak setiap hari agar murid-murid tidak terlalu tertinggal pelajaran. Jadi kami pihak sekolah membagi beberapa kelompok setiap belajar tatap muka dalam satu kelompok terdiri dari 6-7 murid dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar ibu Tri.

Baca Lainnya: Gerakan Papua Mengajar: Secercah Harapan di Tanah Papua

Dari kekhawatiran wali murid dan semangat guru untuk tetap memberikan pengajaran yang terbaik bagi murid-muridnya menjadikan Fadhilah Soraya Dewi dan mahasiswa UIN Walisongo lainnya semangat untuk melakukan pendampingan belajar murid-murid kelas 1 SDN Blado 3.

Penulis: Alma Febrina | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter