BelajarApapun.Com
Comformhealth 2020 diselenggarakan oleh IPB University dalam meningkatkan kesadaran mental di kalangan masyarakat. Foto: Dok. IPB University.
Comformhealth 2020 diselenggarakan oleh IPB University dalam meningkatkan kesadaran mental di kalangan masyarakat. Foto: Dok. IPB University.

Comformhealth 2020: Mahasiswa Vokasi IPB Gelar Webinar Tentang Kesehatan Mental

BelajarApapun.com, Bogor – Di masa pandemik COVID-19 ini banyak sekali kegiatan yang dilakukan secara digital dan online, salah satunya menggelar seminar online atau biasa yang dikenal dengan nama Webinar. Webinar cukup banyak menarik perhatian para pengguna internet untuk mengisi waktu luang dan menambah pengetahuan. Mahasiswa Vokasi IPB menggelar webinar mengenai kesehatan mental dengan tajuk “Comformhealth 2020”. Dimana webinar ini terinspirasi dengan salah satu seri drama Korea atau dikenal dengan Drakor yang berjudul “It’s Okay Not To Be Okay”.

Dekan dari sekolah Vokasi IPB University, Dr Arief Daryanto mengatakan bahwa webinar ini sangat menarik perhatian karena terinspirasi dari salah satu seri drama Korea (drakor). Dengan adanya kegiatan webinar yang dibuat ini diharapkan untuk mahasiswa dapat berpikir positif di saat masa pandemi seperti sekarang ini. Salah satu nilai positif yang dapat diambil dari webinar ini yaitu tidak pernah untuk menolak suatu keadaan, karena manusia pasti akan mendapatkan cara untuk pulih dari luka atau kejadian traumatis.

Terinspirasi dari drama korea, It’s Okay Not to Be Okay, yang bertema gangguan mental. Foto: CNN Indonesia.

Baca Juga: Belajar Daring, Waspadai Gejala Computer Vision Syndrome (CVS)

Di saat masa pandemi seperti ini, banyak sekali masyarakat khususnya para mahasiswa yang mengalami perubahan di kesehatan mental mereka. Banyak sekali faktor yang mengganggu kesehatan mental, contohnya di wajibkannya untuk bersekolah di rumah secara daring (online), berkurangnya kapasitas untuk bersosialisasi dengan orang lain, dan kurangnya aktifitas yang dilakukan di dalam rumah.

Dra Tika Bisono, MpsiT, psikolog ternama, menjelaskan bahwa kondisi gangguan mental pada saat ini berdasarkan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia WHO mencatat 75 persen gangguan mental emosional memang umum terjadi sebelum usia 24 tahun. Sedangkan hasil penelitian prevalensi mengatakan bahwa gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan sebesar 6 persen untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang.

Hal tersebut, disebabkan oleh kurangnya kesadaran atau awareness, sosialisasi, dan edukasi tentang penyakit gangguan mental seperti ini sehingga kerap terjadi kasus-kasus yang muncul khususnya dialami oleh para remaja. Faktor awareness dan edukasi dari orang tua juga mempengaruhi dalam kesehatan mental remaja.

Baca Lainnya dari Alma Febrina: Jokowi Minta Persiapkan Masker Anak Menjelang Sekolah Tatap Muka

Penulis: Alma Febrina | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter