BelajarApapun.Com
Memperhatikan Pendidikan Nonformal Saat Pandemi. Foto: Guru Pengajar

Memperhatikan Pendidikan Nonformal Saat Pandemi

BelajarApapun.com, Jakarta – Perubahan besar yang terjadi akibat pandemi Covid-19 menyebabkan pendidikan wajib tidak dapat berjalan secara ideal dan optimal. Sehingga membuat para anak muda kehilangan kesempatannya untuk mengikuti pendidikan nonformal, seperti pelatihan dan kursus. Pendidikan nonformal memiliki nilai yaitu kemampuan khusus serta bekal yang tidak didapatkan di sekolah. 

Dampak ataupun akibat dari pembatasan sosial dan fisik terhadap penyelenggaraan pendidikan harus diperhatikan tidak hanya pendidikan formal saja. Namun, pendidikan nonformal juga penting. Kegiatan nonformal sebagai pendamping dari pendidikan wajib keberadaannya semakin menghilang. Padahal hasil dari pendidikan nonformal itu mampu meningkatkan dan melengkapi ilmu dari pendidikan formal guna memasuki jenjang profesionalitas. 

Pendidikan non formal yang diberikan mahasiswa UNPI kepada anak-anak usia sekolah dasar. Foto: UNPI.ac.id

Baca juga: Kebijakan Pendidikan Formal Anak pada Masa Pandemi Covid-19

Proses pembelajaran yang semula di luar jaringan (baca: luring) yang akrab disebut dengan istilah tatap muka mendadak berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan (baca: daring). Pendidikan harus tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Inovasi pembelajaran dapat dijadikan solusi yang perlu didesain dan dilaksanakan oleh seluruh stakeholders dengan memaksimalkan penggunaan media daring.

Saat ini penerapan proses belajar secara daring masih terkendala banyak hal, baik dari segi kompetensi tenaga didik, orang tua, ataupun sarana prasarana pendukung. Terlepas dari itu, pasti terdapat cara ataupun juga inovasi yang dapat dilakukan seluruh stakeholders agar peserta didik tetap mendapatkan haknya dan kemudahan dalam akses materi. Sehingga, menuntut agar inovasi pembelajaran harus lebih fleksibel yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.  

Seperti yang termaktub dalam UUSPN Nomor 23 tahun 2003 Pasal 45 dikatakan bahwa (1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.

Sekolah Citra Alam sebagai salah satu sekolah dengan basis pendidikan non formal. Foto: citraalam.sch.id

Pandemi ini meyakini bahwa aksesibilitas terhadap ilmu dan tenaga pendidik selama ini kurang terapresiasi. Selama pandemi, intensitas bertemu yang kurang antara pendidik dengan siswa yang mengakibatkan dampak yang begitu besar. Perlu untuk siapapun berbagi ilmu dan potensinya seluas mungkin, sehingga orang banyak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang akan membuat Indonesia maju. 

Baca juga: Indonesia Melalui Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035

Penulis: Riska Arlianda | Editor: Feramita Eka Hirniah, Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter