BelajarApapun.Com
Monolog: Titik Point Program GSM Pendidikan SMK di Papua. Foto: rmolpapua.id

Monolog: Titik Point Program GSM Pendidikan SMK di Papua

BelajarApapun.com, Sorong – Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud mengadakan workshop penguatan kapabilitas bagi kepala sekolah SMK yang berasal dari Papua dan Papua Barat melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan pengembangan kemitraan strategis dengan dunia kerja. Dalam hal ini akan membahas titik point program GSM. Karena hal ini akan berkaitan dengan paradigma pendidikan yang ada di SMK wilayah Papua.

Titik point dalam pelaksanaan program GSM ini adalah untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan serta inovasi kepala sekolah SMK di Papua yang diharapkan dapat membangun pola piker, inovasi, dan keberanian untuk menciptakan terobosan-terobosan baru. Melalui peningkatan inilah diharapkan akan menciptakan ekosistem pendidikan yang positif guna menyiapkan lulusan SMK yang berkarakter dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang mendukung.

Baca juga: Sebanyak 110-459 Calon Mahasiswa Lulus SNMPTN 2021

Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses keikutsertaan kepala SMK di Papua dan Papua Barat dalam program-program yang dimiliki Ditjen Diksi, serta mengembangkan visi dan pola pikir kepala SMK selayaknya seorang CEO.

“Agar nantinya proses link dan match antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia industri dapat berjalan berlanjut dan selaras,” jelas Direktur Jendral Pendidikan Vikasi, Wikan Sakarinto, Sorong.

Program GSM ini digagas oleh Muhammad Nur Rizal yang mengatakan gerakan tersebut sebagai mitra pendidikan membantu untuk mengubah pola pikir, paradigma pendidikan dan perilaku pelaku pendidikan agar orientasi tidak hanya penguasaan konten tetapi pada soft skill dan kompetensi.

Baca juga: Kemendikbud ubah Paradigma Pendidikan SMK di Papua melalui GSM

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ahmad Saufi juga menyatakan perlunya perubahan pola pikir dalam sistem pembelajaran agar penyiapan hard skill yang menjadi fokus SMK selaras dengan pengembangan karakter peserta didik.

Oleh sebab itu target yang dilakukan Kemendikbud adalah kepala sekolah SMK di Papua dan Papua Barat, sebab sebuah perubahan ekosistem pendidikan serta budaya pendidikan di Papua terutama untuk sekolah SMK harus diawali melalui jiwa kepemimpinan kepala sekolah SMK itu sendiri. Pemimpin yang dapat membuat suatu kebijakan dalam berbudaya di lingkungannya akan lebih mudah memberikan pengaruh tersebut kepada para pengikutnya, begitupun dalam lingkungan pendidikan. Seorang kepala sekolah SMK harus mampu menciptakan nuansa pendidikan yang tidak memberatkan peserta didik secara pikiran namun mampu menggerakkan fisik peserta didik guna meningkatkan skill yang kelak dibutuhkannya dalam dunia kerja.

Seperti yang masih kita pahami, pendidikan di Papua masih menjadi PR besar bagi pemerintah. Bukan sebab sumber daya manusianya yang kurang, melainkan berbagai akses, kebutuhan serta skill (pengajar) yang masih sangat kekurangan. Sehingga hal itu yang menjadi penyebab anak-anak Papua masih sedikit yang punyai cita-cita lebih baik. Survei juga mengungkapkan ketimbang banyak anak muda Papua yang bekerja atau mengambil profesi lain, justru profesi sebagai tentara masih menjadi pilihan mereka. sedangkan peluang sebagai tenaga kerja di Papua itu sendiri sangat besar. Sehingga melalui pelatihan serta upgrade para pemimpin SMK itulah diharapkan peserta didiknya dapat mengisi bagian-bagian penting dalam perusahaan yang ada di Papua.

Baca juga: Negeri Ginseng Buka Beasiswa Jurusan Seni Program AMA Tahun 2022

Inilah yang diharapkan pemerintah, yaitu anak Papua dapat merasakan hasil dari kekayaan alamnya melalui perusahaan yang berdiri di sana dan mereka sebagai para pekerja dan teknisi andal di dalamnya.

Penulis: Riski Murdianto | Editor: Feramita Eka Hirniah

Add comment

Newsletter