BelajarApapun.Com
Demo henti islamophobia di Prancis. Foto: Republika.
Demo henti islamophobia di Prancis. Foto: Republika.

Prancis Tutup Satu – Satunya Sekolah Muslim di Paris

BelajarApapun.com, Paris – Dalam upaya memerangi sekularisme yang terjadi di Negara Prancis, Otoritas Prancis menutup satu – satunya sekolah bagi umat Muslim di kota Paris. Penutupan sekolah ini dilakukan dalam tekanan yang terus meningkat kepada komunitas beragama Muslim terbesar di benua Eropa tersebut.

MHS College and High School merupakan sekolah menengah swasta di Paris yang didirikan pada 2015. Meskipun sekolah tersebut secara resmi sekuler dan mengikuti kurikulum nasional, siswanya sebagian besar Muslim. Salah satu fitur unik dari sekolah ini adalah mengizinkan siswanya mengikuti keyakinan agamanya, termasuk dibolehkan mengenakan jilbab.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanan kemarin mengatakan, sejak Januari lalu pemerintah sudah menutup 73 masjid dan sekolah Islam di seantero negeri sebagai upaya untuk memerangi “Islam ekstrem”. Dalam jumpa pers, Darmanan membenarkan banyak masjid dan sekolah Islam ditutup, bersama dengan sebuah “organisasi” dan sembilan toko di daerah lain. Ia juga menyerukan pengusiran kepada ratusan warga negara asing yang singgah di Perancis.

Warga muslim di Prancis yang memperjuangkan kesetaraan hak. Foto: duniaekspress.

Baca Juga: Comformhealth 2020: Mahasiswa Vokasi IPB Gelar Webinar Tentang Kesehatan Mental

Setelah ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang cukup kontrovesial dengan menggambarkan Islam sebagai agama yang sedang mengalami “krisis” di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang tahun 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Banyak sekali kecaman yang tertuju untuk Presiden Prancis ini dengan menyatakan komentar seperti “rasis” dan menuduh bahwa presiden telah melakukan dan menyebarkan sebuah “pidato kebencian” untuk umat Muslim di Eropa khususnya di Negara Prancis.

Pada 2004, Prancis menindak hak perempuan Muslim untuk mengenakan jilbab di lingkungan sekolah. Mereka memaksa banyak orang untuk melepas jilbabnya di pintu masuk gerbang sekolah. Semenjak itu, hanya ada sedikit pilihan di mana seorang wanita Muslim dapat menerima pendidikan sambil tetap dapat menjalankan keyakinannya. Dalam sebuah pernyataan, sekolah menyebut keputusan terakhir menutup sekolah itu sebagai hal yang sewenang-wenang.

Penutupan mendadak pada waktu pertengahan tahun telah membuat beberapa orang bertanya-tanya. Apakah karena meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara itu, atau pernyataan baru-baru ini oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait Muslim, yang telah membantu keputusan penutupan satu-satunya sekolah muslim di Paris terwujud.

Baca Juga: Guru Disabilitas Menjadi Role Model Pembelajaran bagi Anak Difabel

Penulis: Alma Febriana | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter