BelajarApapun.Com
Foto : https://www.pexels.com/id-id/foto/papan-genta-putih-dan-hitam-274937/

Rekomendasi Film Bertema Pendidikan Untuk Isi Waktu Luang

BelajarApapun.com, Mancanegara – Peran pendidikan pada jati diri dan kehidupan seseorang membuat banyak kalangan sineas ingin menuangkan inspirasi ke dalam dunia pendidikan yang disalurkan melalui sejumlah film pendidikan terbaik di dunia.

Ada banyak film menginspirasi yang bisa kita temukan di internet, disini telah kami rangkum rekomendasi film mengispirasi yang dapat menjadikan kita untuk tetap semangat dalam belajar dan menjunjung tinggi bahwa pendidikan adalah salah satu hal yang terbaik untuk mempelajari apa yang ada di dunia.

  1. Taare Zameen Par (2007)
Foto : https://www.imdb.com/title/tt0986264/

Baca juga : UKBI Adaptif Merdeka Model Baru Resmi Diluncurkan: Banjir Apresiasi

Taare Zameen Par ini menceritakan seorang anak lelaki yang menderita disleksia bernama Ihsan yang dianggap bodoh oleh ayahnya sendiri. Ihsan dianggap sebagai anak bandel karena suka berbohong, hobi bolos, dan dicap sebagai pemalasan. Ihsan tampak berbeda dengan anak seusianya. Karena itu pula Ihsan tidak mempunyai teman dan bahkan seringkali dicemooh oleh teman-teman sebayanya.

Hingga suatu hari datang seorang guru bernama Ram yang diperankan oleh Aamir Khan. Ram menyadari bahwa Ihsan adalah anak spesial yang mempunyai imajinasi luar biasa. Terbukti dari banyak gambar buatannya yang unik dan kreatif. Ram dengan segala cara membantu Ihsan untuk bisa meluapkan kecerdasan yang tidak dimiliki banyak orang tersebut, terlebih dia masih anak-anak.

Taare Zameen Par merupakan film pendidikan anak dari India tahun 2007 yang diproduksi oleh Aamir Khan dengan mengambil peran sendiri sebagai guru dalam film besutannya ini. Taare Zameen Par banyak mendapatkan tanggapan positif karena inti cerita yang menginspirasi banyak orang.

Pesan moral yang jelas ingin disampaikan oleh Aamir Khan pada film ini tak lain ialah kita sebagai manusia, tidak berhak memperlakukan buruk orang lain yang terlihat berbeda dengan kita. Juga menyinggung setiap orang tua untuk tidak membebani anak terhadap pencapaian-pencapaian yang harus ia raih.

2. Entre Les Murs / The Class (2008)

Foto : https://emanuellevy.com/wp-content/uploads/2014/05/the_class_poster.jpg

Diadaptasi dari novel Entre les murs tahun 2006 karya Francois Begaudeau yang berjalan di bawah arahan sutradara Laurent Cantet. Ini adalah film Perancis pertama dalam 21 tahun yang berhasil menyabet Palme d’Or dalam Festival Film Cannes 2008.

Entre Les Murs (atau The Class) menceritakan seorang guru bahasa Perancis bernama Francois Marin yang mencoba bertahan menghadapi murid-murid kelasnya yang berasal dari latar belakang berbeda, ras berbeda, ekonomi berbeda, suka membantah, tidak sopan, dan tidak disiplin. Kondisi yang tentu tidak mudah bagi Marin untuk bertahan di kelas tersebut.

Marin dalam film ini tidak dianugerahi dengan kesan pahlawan seperti kebanyakan film bertemakan pendidikan lain. Film ini didominasi oleh percakapan dan ruangan sekolah yang mungkin membuat Anda bosan. Namun, jika Anda memperhatikan detil cerita, banyak materi atau isi percakapan yang menyentuh banyak hal dalam skala yang luas.

Perbincangan yang ada mengalir secara natural didukung dengan ekspresi para karakter yang tampil meyakinkan berhasil membuat Entre Les Murs membawa suasana kelas sebagaimana mestinya dalam sebuah karya layar lebar.

3. Freedom Writers (2007)

Foto : https://www.nytimes.com/2007/01/05/movies/05free.html

Baca juga: Menelisik Efektivitas dari Pembelajaran Daring saat Pandemi

Freedom Writers berlatar waktu sekitar 1992-1995, dibuka dengan adegan kerusuhan antargeng di Los Angels yang terjadi pada 1992. Di sisi lain ada seorang guru bernama Erin Gurwel (Hilary Swank) guru baru yang idealis yang mengajar di Wilson High School, Long Beach.

Awalnya sekolah tersebut adalah sekolah unggulan berisi orang-orang unggulan juga. Namun, selepas pemerintah setempat menerapkan program integrasi sekolah mulai berisi anak-anak berandal yang langganan keluar-masuk penjara.

Erin langsung terkejut ketika pertama kali masuk dalam kelas. Dia melihat bahwa anak-anak hanya ingin duduk dengan teman satu gengnya.

Selanjutnya mereka juga kerap terlihat bertengkar. Erin bahkan berkali-kali terpaksa memanggil petugas keamanan sekolah untuk menertibkan mereka.

Kesulitan bertambah ketika kepala dekolah enggan meminjamkan buku perpustakaan kepada para murid. Kepala sekolah enggan meminjamkannya sebab sudah sering kejadian ketika buku dipinjam tidak kembali atau rusak.

Maka dari itu dibanding mengajarkan pelajaran formal, sang kepala sekolah meminta Erin untuk mengajarkan para siswa sopan santun.

Singkat cerita Erin mulai mendapatkan cara untuk mengatur mereka semua. Berawal dari memberikan buku kosong yang harus mereka isi setiap harinya hingga menceritakan berbagai pengetahuan kepada para murid.

4. X + Y (A Brilliant Young Mind) (2014)

Foto : https://m.imdb.com/title/tt3149038/mediaviewer/rm2960673024/

Nathan Ellis (Asa Butterfield) merupakan seorang remaja dari Inggris yang ahli dalam matematika, tetapi mengidap gangguan spektrum autisme. Sejak mengalami kecelakaan, Nathan gemar ‘bermain’ dengan angka, termasuk bilangan prima. Maka dari itu, ia pun mengikuti seleksi dan menjadi perwakilan Inggris untuk mengikuti Olimpiade Matematika Internasional.

Nathan bersama ibunya, Julie (Sally Hawkins) pergi ke Taiwan untuk melakukan pelatihan. Di sana, Nathan belajar untuk mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang bagi sebagian besar pengidap autisme merupakan tantangan besar. Lewat film ini, penonton dapat melihat perjuangan Nathan dan lingkungan positif yang diciptakan orangtua serta teman sekitarnya.

5. The Teacher’s Diary (2014)

Foto : The Teacher’s Diary Poster

Film pendidikan satu ini berasal dari Thailand. The Teacher’s Diary berkisah soal dua orang guru yang mengajar di tempat terpencil. Mereka adalah Song dan Ann. Song dikisahkan sebagai mantan atlet yang bingung mencari pekerjaan hingga akhirnya melamar sebagai seorang guru.

Song melamar ke beberapa tempat dan kemudian mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah SD pada desa kecil. Rupanya Ann sudah lebih dulu menjadi guru di tempat tersebut.

Ann dipindahkan oleh pihak sekolah sebab memiliki tato kecil dan dikhawatirkan itu menjadi contoh yang tidak baik bagi murid-murid.

Satu hari secara tidak sengaja Song mendapatkan buku catatan harian Ann yang ditulis tiga tahun lalu. Berisi tentang semua curahan hati Ann selama mengajar hingga kisah percintaannya.

Ann tidak seperti guru-guru pada umumnya. Dia tidak mengajarkan murid-muridnya untuk sekadar tahu pelajaran, namun harus sampai memahami.

Pesan film ini menegaskan bahwa kesuksesan dan kegagalan seorang siswa tidak lepas dari peran guru. Bahkan ada satu waktu Song memutuskan untuk berhenti mengajar sebab salah satu muridnya gagal.

Nah, itu tadi rekomendasi film bertema pendidikan yang bisa kamu tonton untuk mengisi waktu luangmu.

Baca juga : 8 Film Inspiratif Indonesia tentang Pendidikan Bangkitkan Motivasi Belajar

Penulis: Rani Widnadianti | Editor : Feramita Eka Hirniah

Add comment

Newsletter