BelajarApapun.Com
#SmallTalkWithBA: Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Tengah Pandemi.

#SmallTalkWithBA: Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Tengah Pandemi

BelajarApapun.com, Jakarta – Pada hari ini (20/2) pukul 16.00 WIB, BelajarApapun mengadakan #SmallTalkWithBA dan berkolaborasi dengan Kak Thayyibah Nazlatul Ain yang merupakan owner dari Ambutingtrim yang merupakan sebuah wirausaha (warung) dengan mengangkat konsep minim sampah di Sukabumi. Dimonitori oleh Annisa Rahmah Putri yang merupakan kontributor Ruang Tulis II dari BelajarApapun.com acara ini akan berlangsung selama satu jam ke depan.

Dalam acara #SmallTalkWithBA mengangkat tema “Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Tengah Pandemi” dengan Ambutingtrim sebagai model pembahasan. Ambutingtrim itu sendiri memiliki filosofi menyelamatkan bumi sebagai ibu tertua kita sehingga komunitas ini berharap dengan segala project yang dilakukan Ambutingtrim dapat setidaknya membuat sosok ibu tertua itu kembali tenang dan tidak memberontak.

Baca juga:  Langkah Kominfo Menjawab Tantangan Revolusi 4.0 2021

Gaya hidup ramah lingkungan adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk berpartisipasi menyelamatkan bumi dari bahan-bahan non organik yang secara teknis memiliki masa penguraian sangat lama. Kepedulian Kak Nazla dalam menyelamatkan lingkungan adalah salah satunya menerapkan konsep Zero Waste. Kemudian melalui konsep itulah yang membuat Ambutingtrim banyak melakukan serta memberikan edukasi mengenai bahayanya barang-barang non organik bagi lingkungan.

Kak Nazla juga memberikan salah satu contoh dalam menjalankan Zero Waste adalah seperti mengurangi penggunaan kantung plastik dan lebih menggunakan tote bag. Kak Nazla menilai kantung plastik (non organik) saat dibuang tidak mudah langsung terurai dari pada menggunakan tote bag (organik) yang apabila sudah tidak layak digunakan dan dibuang maka barang tersebut dapat terurai oleh tanah.

Sehingga Kak Nazla mengimbau untuk lebih mengatur diri sendiri dalam mengkonsumsi barang-barang non organik sesuai dengan kebutuhan. Sebab dampak yang dirasakan melalui penggunaan barang non organik berlebihan dapat membuat lingkungan tercemar. “… apa yang kita lakukan saat itu juga kita harus tahu dampak yang akan diberikan. Sehingga kita harus lebih sadar diri saja untuk tetap bagaimana menjaga lingkungan dari apa yang kita lakukan …” ungkap Kak Nazla.

Hal itu yang mendorong gerakan gaya hidup ramah lingkungan untuk tetap menjaga lingkungan tetap sehat dan tidak sakit. Ditambah dengan kondisi Pandemi ini, didapati banyak masyarakat yang mulai melakukan rutinitas mikro tani (berkebun) di lingkungan rumah seperti menanam bunga, sayuran dan lainnya. Itu juga dapat mengatasi jejak karbon.

Kemudian sudah sampai pada sesi pertanyaan. Sesi ini memberikan kesempatan kepada audiens untuk menanyakan sesuatu yang mereka butuhkan jawabannya oleh Kak Nazla. Sehingga dalam hal ini sudah terkumpul penanya diantaranya adalah:
@aissdar : “Ada nggak sih struggle yang dialami di awal Ambutingtrim dibangung? Karena konsep zero waste di Indonesia sepertinya masih agak asing ya. Thank you tehh.”

Jawaban: “Jelas pasti ada. Dulu saya awal-awal mau mendirikan Ambutingtrim juga ada was-was bakal jalan nggak, ya, gtu. Tapi saya bertekad ‘yang penting jalan dulu, aja’ dan alhamdulillah bisa berjalan sampai saat ini. Kemudian dengan hadirnya Ambutingtrim ini mengundang banyak orang-orang yang lebih pakar dalam urusan menjaga lingkungan. Dari situlah saya percaya bahwa niat baik akan selalu ada jalannya.”

@ekarahmadst : “Mau tanya Kak Nazla, dasar dalam belajar mengenai lingkungan versi Kak Nazla ini bagaimana?”

Jawaban : “Kak Nazla pertama kali belajar lingkungan itu waktu SMA, tetapi itu dilakukan tanpa paham mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kemudian dulu juga sering ikut seminar-seminar lingkungan ditambah kuliahnya juga ngambil teknik lingkungan. Tapi sebenarnya yang melandasi belajar lingkungan itu ya pas benar-benar terjun ke lingkungan, karena Kak Nazla jadi tahu problematika yang terjadi di sana.”

@crabotato: “Influencer minim sampah di Indonesia ada ga sih teh?”

Jawaban: “Ada, hanya saja para pelaku peduli sampah ini tidak terekspos sehingga terkadang di mana kita berada juga belum tentu ada penggerak ini, maka kita tidak tahu mengenai influencer atau orang atau komunitas yang perduli dengan sampah di lingkungan.”

@rairearizki: “Upaya apa yang harus dilakukan oleh kita dan pemerintah sebagai regulator supaya masyarakat Indonesia tidak buang sampah sembarangan lagi?”

Jawaban: “Kak Nazla dulu juga mengikuti salah satu komunitas yang bergerak di ranah perlindungan lingkungan, di situ kami melakukan banyak pengabdian-pengabdian dalam program penanganan lingkungan kotor. Sehingga untuk kalangan kita sebagai pemuda bisa melakukan peran tersebut sembari juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian dalam pemerintahan, saya rasa regulasi-regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah mengenai penanganan kebersihan lingkungan itu sudah bagus. Hanya saja eksekusinya saja yang kurang terorganisir, ditambah tingkat kesadaran masyarakat juga kurang tinggi terhadap pentingnya sekadar membuang sampah pada tempatnya.

Tonton juga IG Live Streaming : https://www.instagram.com/tv/CLgqGIWJ6Ry/?utm_source=ig_web_copy_link

Di akhir sesion #SmallTalkWithBA ini, Kak Anissa sebagai host meminta kepada Kak Nazla untuk memberikan steatment agar ditutupnya acara ini memberikan ilmu yang lebih bermanfaat dan dapat menggugah para audiens untuk tetap menjaga kesehatan diri dan kawasan di sekitar kita.

“Masa pandemi ini bisa dijadikan ruang refleksi. Di mana kita lebih bisa mendengarkan diri kita sendiri serta kondisi yang sedang terjadi. Sehingga kita dapat menelaah mengapa bumi kita bisa seperti ini, dan menjadikan kita hidup lebih sadar dan mulai melakukan sesuatu yang dapat menyelamatkan bumi dari rasa sakit.” Thayyibah Nazlatul Ain

Penulis: Riski Murdianto | Editor: Feramita Eka Hirniah

Add comment

Newsletter