BelajarApapun.Com
Terobosan Baru, Ditjen Dikti Kerja Sama dengan University of Waterloo. Foto: Youtube Kemendikbud RI

Terobosan Baru, Ditjen Dikti Kerja Sama dengan University of Waterloo

BelajarApapun.com, Jakarta – Berbagai terobosan baru dalam mengingkatkan mutu pendidikan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerja sama dengan University of Waterloo, Kanada. Kerja sama ini telah disepakati dengan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) antara Ditjen Dikti dan University Waterloo yang dilaksanakan secara virtual pada Rabu, (23/3).

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

Sebelumnya, sejak tahun 2015, Ditjen Dikui melalui proyek READI juga telah berhasil berkolaborasi dengan University of Waterloo. Kolaborasi yang terjalin menyangkut tentang Pendidikan Belajar- Bekerja Terpadu (Co-operative education), pengembangan kurikulum, e-learning, dan peningkatan industri.

Untuk kerja sama yang resmi pada rabu kemain, menitikberatkan pada peningkatan sumber daya manusia, dengan penekanan khusus pada kualitas dan daya saing sumber manusia pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Naional (RPJMN) Indonesia 2020-2024.

Ruang lingkup yang terjalin pada kerja sama kali ini meliputi koloborasi yang diwujudkan melalui pertukaran kunjungan, pengembangan kurikulum bersama, pengakuan atas transfer kredit, akses ke blended learning atau Massive Open Online Course, penelitian bersama dan kolaborasi internasional, pengembangan ilmu big data dan proyek bersama pada Artificial Intelligence (AI).

Seketaris Ditjen Dikti, Paristiyanti Nurwadani menjelaskan program pertama yang akan dirancang dalam kerja sama ini adalah program micro credential dan pertukaran mahasiswa. Program ini akan terbuka bagi dosen dan mahasiswa yang mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari University of Waterloo.

Selain itu, Ditjen Dikti, Nizam menjelaskan kerja sama ini bertujuan dalam mendukung implementasi kebijakan Kampus Medeka dan percepatan 8 Indikatoy Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Nizam juga menjelaskan, perguruan tinggi Indonesia cukup relatif banyak. Sehingga untuk mengikuti tren saat ini, indikator yang paling utama ialah meningkatkan standar perguruan tinggi dengan meningkatkan kualitas pelatian dan penelitian sejalan dengan tuntutan dunia industry di era digital.

Dilansir dari kemdikbud.go.id, Nizam menegaskan bahwa dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan menerbitkan Program Merdeka Belajar – Kampus Medeka, menjadi salah satu kontribusi pemerintah dalam mendukung perkembangan sektor pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui program tersebut, para perguruan tinggi lebih beradaptasi dengan lingkungan yang terus mengalami perubahan selain itu juga dapat meningkatkan kualitas dari pendidikan tinggi.

Nizam juga berharap melalui kerja sama ini akan berdampak baik untuk menghasil generasi-generasi yang memiliki jiwa leadership yang professional. “Semoga kerja sama ini dapat menginspirasi kerja sama kedepannya khususnya untuk mengembangkan pemimpin baru yang professional dari Indonesia dan Kanada.” Tutur Nizam

Sejalan dengan harapan Nizam , Wakil Presiden Asosiasi Internasional, Universitas Waterloo, Ian Rowles menjelaskan, visi atas kerja sama ini dengan harapan agar para pelajar dapat berprestasi dan menghadapi dunia yang semakin modern. “Rencana Strategi menerkana komitmen kami untuk mengembangkan pelajar berprestasi yang siap menghadapi dunia modern untuk memajukan penelitian demi kebaikan global, dan memelihara komunitas yang peduli,” tuturnya.

Baca juga: Ditjen Dikti Sepakati Kerja Sama dengan University of Waterloo

Rowland meyakinin kerja sama yang terjalin antara Indonesia dengan University of Waterloo bisa berjalan dengan baik dan dapat memenuhi komitment yang ingin dibangun.

Selain itu, harapan Nizam kedepannya untuk kerja sama yang terjalin ialah partisipasi aktif dan keterlibatan perguruan tinggi di Indonesia.

Penulis: Alfian | Editor: Feramita Eka Hirniah

Add comment

Newsletter