BelajarApapun.Com
UKBI Adaptif Merdeka sebagai media yang membantu pembelajaran Bahasa Indonesia. Foto: Youtube KemendikbudRI
UKBI Adaptif Merdeka sebagai media yang membantu pembelajaran Bahasa Indonesia. Foto: Youtube KemendikbudRI

UKBI Adaptif Merdeka Model Baru Resmi Diluncurkan: Banjir Apresiasi

BelajarApapun.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan suatu  produk kebahasaan yaitu Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka. Produk ini bentuk terobosan baru pemerintah dalam pemajuan kebahasaan dan kesastraan melalui lompatan dalam hal desain dan sistem layanan uji.

Dalam peluncuran produk Adaptif Merdeka ini, yang dilaksanankan secara daring di Jakarta pada Jumat, 29 Januari 2021 kemarin, acara peluncuran ini mengundang 1.000 orang pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Dalam sambutannya di acara peluncuran UKBI Adaptif Merdeka ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makariem memberikan aspresiasi suatu kebanggaan bagi tim yang telah menciptakan produk ini. “Saya merasa bangga dan berterima kasih atas kerja keras seluruh tim dan jajaran di Badan Bahasa” tuturnya.

Produk UKBI Adaptif Merdeka ini diciptakan dan dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada tahun 2020 lalu dan telah dimutakhirkan sistemnya oleh badan bahasa dengan melibatkan 2.190 peserta uji coba di seluruh Indonesia,  pengembangan UKBI ini telah melalui fase sejak ditetapkan pada tahun 2003 melalui SK mendiknas nomor 52/U/2003 yang diperbaharui dengan Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang Standar Kemahiran Berbahasa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz, turut hadir pada peluncuran UKBI. Foto: Youtube Kemendikbud RI.

Baca Juga: Menelisik Efektivitas dari Pembelajaran Daring saat Pandemi

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz mengatakan sistem UKBI yang telah melakukan berbagai fase ini dapat membantu masyarakat dalam berbahasa Indonesia, “Bentuknya yang sudah dimutakhir saat ini diharapkan sesuai dengan tujuan pengembangan instrumen, yaitu untuk memotret kemahiran berbahasa pentur bahasa Indonesia lintas performa dengan cepat, tetap dan efisien,” tutur Aminudin.

Dalam pelaksanaannya, UKBI dapat dimanfaatkan oleh Lembaga pendidikan sebagai tes standar pembanding terharap tes hasil belajar. Aminudin juga menjelaskan, hasil tes UKBI juga dapat menjadi umpan balik bagi para peserta uji tes untuk mengembangkan kemahirannya dalam berbahasa.

Pemutakhiran UKBI ini dilakukan dalam berbagai sisi. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, melakukan pemutakhiran pada UKBI dengan mencakup item response theory (IRT) dan platform pengembangan teknologi yang mutakhir di bidang pengujian berupa multi stage adaptive testing (MSAT). Instrumen UKBI Adaptif merdeka ini, telah ditempatkan pada laman ukbi.kemdikbud.go.id dengan dilengkapi fitur dari pendaftaran, layanan pengujian, hingga sertifikasi.

Antusiasme pelajar yang disampaikan Denny Rizky Aulia Silalahi dalam peluncuran UKBI. Foto: Youtube KemendikbudRI.

Baca Juga: Universitas Indonesia Resmi Membuka 14 Program Studi Baru

Dilansir dari Kemendikbud, peluncuran UKBI dengan model baru ini mendapatkan beberapa aspresiasi bagi para penggunanya. Fitur-fitur yang tersedia pada laman kemendikbud ini, mendapat respon menarik bagi para penggunanya. Seperti seorang pelajar SMP, Denny Rizki Aulia Silalahi yang merasa tertarik untuk mencoba UKBI Adaptif Merdeka. “(Saya) melihat-lihat laman ukbi.kemendikbud.go.id, aku suka karena banyak gambarnya, dan aku juga ingin tahu kemahiran berbahasa Indonesiaku, aku yakin aku bisa mengikuti tes UKBI Adaptif Merdeka,” ujarnya.

Terobosan pelayangan baru dari UKBI juga mendapatkan aspresiasi juga dari Kepala Pusat Pembinaaan Penerjemahan, Sekretarian Kabinet RI, Sri Wahyu Utama, penerjemah perlu diketahui kemahiran bahasa mereka dalam menunjang tugasnya. “Semoga dengan UKBI adaptif, penguji dan penerjemah dapat mengukur kemampuannya dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan” kata Sri dalam aspresiasinya.

Selain itu aspresiasi terhadap kehadiran UKBI Adaptif Merdeka ini juga datang dari Sharif Hidayatullah, seorang pengguna UKBI yang berprofesi sebagai dosen. Dalam aspresiasinya ia menyapaikan bahwa pengaplikasian system terbaru pada UKBI ini sangat mudah. “Sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman” ujarnya.

Kemahiran berbahasa termasuk bahasa Indonesia sangat diperlukan oleh seluruh pihak dalam bidang kehidupan. Sehingga dengan hal ini, masyarakat sangat antusias dengan peluncuran pemutakhiran UKBI Adaptif sebelumnya ini yang telah dikembangkan dari UKBI sebelumnnya, Menanggapi antusiasme masyarakat, Kepala Badan Bahasa, Aminuddin, mengucapkan terima kasih kepada para pendaftar yang hingga pada saat ini sudah ada 600 calon peserta dan ia juga berharap para pengguna merasa puas dengan layanan yang diberikan pada UKBI Adaptif Merdeka ini.

Baca Juga: Kemendikbud Luncurkan UKBI Adaptif Merdeka Versi Baru

Penulis: Alfian | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter