BelajarApapun.Com
Yohanes Surya, Bapak Fisika Indonesia. Foto: Twitter @ProfYohaneSurya
Yohanes Surya, Bapak Fisika Indonesia. Foto: Twitter @ProfYohaneSurya

Yohanes Surya: Fisikawan Pejuang Pendidikan Indonesia

BelajarApapun.com, Bandung – Indonesia punya banyak orang hebat di berbagai bidang. Sebut saja Yohanes Surya, salah satu fisikawan yang tak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga dunia. Yang lebih mengagumkannya lagi, dengan latar belakangnya sebagai seorang lulusan doktor dari College of William and Mary di bidang Fisika Nuklir dengan prospek menjanjikan di Amerika, Yohanes memilih pulang untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Sejak menempuh masa kuliah sarjana, Yohanes Surya memang sudah menggeluti bidang fisika di Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoralnya di College of William and Mary dan lulus dengan predikat cum laude. Setelah lulus, Yohanes pulang ke Indonesia dan memulai visinya di bidang pendidikan.

Yohanes mendirikan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) pada tahun 1995 yang bertujuan untuk membina anak-anak yang akan mengikuti Olimpiade Fisika Internasional (IPhO). Hingga kini, TOFI telah berhasil mengantarkan ratusan anak Indonesia memenangkan medali di kancah internasional.

Tak pandang bulu, Yohanes melatih murid dari berbagai kalangan, dari anak-anak sekolah swasta di kota, hingga anak-anak paling Timur di Papua. Salah satu kisahnya yang paling dikagumi adalah bagaimana beliau berhasil melatih anak-anak paling ‘bodoh’ dari Papua untuk membawa pulang medali olimpiade internasional. Atas keberhasilannya ini, ia mendapat penghargaan Lencana Satya Wira Karya dari Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Yohanes Surya percaya semua anak memiliki kecerdasan masing-masing. Foto: fimela

Baca Juga: Fachrul Razi: “Kemiskinan Bisa Dicegah dengan Pendidikan yang Baik”

Prinsip yang dipegang Yohanes dalam proses pendidikannya adalah Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). Dengan Gasing, Yohanes ingin anak-anak belajar Fisika dengan cara yang menyenangkan, sehingga akan lebih mudah dipahami.

Selain itu, Yohanes juga menciptakan istilah Mestakung (Semesta Mendukung) yang bertujuan untuk mendorong anak muda agar tidak pantang menyerah, karena semesta akan senantiasa mendukung perjuangan orang yang bersungguh-sungguh.

Tak hanya pada tingkat pendidikan dasar dan menengah saja, Yohanes Surya juga berkontribusi pada pendidikan tingkat lanjut dengan mendirikan Surya Institute, perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berbasis riset. Pada tahun 2010, Yohanes juga mendirikan Surya Research Education Center sebagai wadah penelitian dan pendidikan di bidang Fisika dan Matematika bagi para murid maupun guru.

Surya juga memberikan kesempatan bagi anak yang kurang mampu untuk belajar dengan membagikan 300 beasiswa. Foto: detik.com

Kunjungi Juga: Website Resmi Surya Institute

Salah satu ucapan beliau yang paling terkenal adalah “Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang belum mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yag benar,” dan beliau telah membuktikan hal ini.

Penulis: Nur Hidayah | Editor: Nyimas Kholidya Rizky Amalia

Add comment

Newsletter